468x60 Ads

Thursday, December 20, 2012

pengapian yz 125


 
Magnet Yamaha YZ125 berukuran kecil, bikin putaran mesin ringan. Efeknya, power bawah pun mudah diraih. Semua tim road race papan atas menggunakan magnet ini.

Itu yang membuat Bintang Racing Team (BRT) meluncurkan paket magnet YZ125 dikombinasikan CDI BRT. Malah, magnet special engine itu bisa dikombinasi berbagai pilihan CDI programable asal Cibinong, Bogor, Jawa Barat itu Misal, dengan CDI I-Max Super Pro. Kelebihan dari CDI I-Max Super Pro yaitu terdapat 50 program yang bisa dipilih. Sangat fleksibel dan bisa diatur sesuai setingan mesin.

Magnet copotan cukup banyak yang menjual. Paling familiar di mekanik balap banyak yang memakai dari besutan motorcross atau spesial engine (SE); seperti Yamaha YZ125 dan Suzuki RM125 (gbr.1).

Pengaplikasian magnet tersebut ternyata harus ada penyesuaian, tak bisa PNP. “Gak semua motor bisa langsung pasang, bentuk dan posisinya berbeda dengan motor pada umumnya,” ujar Oscar ‘Padang’ mekanik dari DMS Motowork.

Tapi pengaplikasian peranti ini merupakan tahap akhir dari proses upgrade performa, dan tak mutlak. Jika pengapian standar masih mampu, maka tak perlu. Karena melihat speknya, kebanyakan yang pakai yang benar-benar race use only.


 “Emang sih, tarikan jadi enteng, tapi riskan juga buat harian. Karena aliran arus listrik yang dihasilkan di pengapian sangat besar dan mesin bisa jebol, karena mesin sangat mudah teriak, kalau mau aman mesti banyak yang disesuaikan,” tutup pria dipanggil Padang ini.

YZ125


Salah satu magnet favorit di kalangan pencinta balap adalah. “Biasanya dipake untuk road race atau drag race,” sahut Oscar yang buka di daerah Prapanca, Jaksel.

Untuk magnet copotan seharga Rp 5 juta ini (gbr.2), yang sudah berikut koil, pengapiannya memang lebih besar dari standar. “Soalnya cuma ada 4 (empat) sepul dan bentuknya kecil. Sehingga, dengan 4 sepul, jadi kinerja pengapiannya bisa lebih besar,” tambahnya.

Karena YZ125 ini berbasis motorcross yang tak pakai penerangan, maka lampu tidak bisa diaplikasikan lagi. “Ya itu konsekuensinya,” ujarnya lagi.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More